UBUDIAN

Home Wisata Seram Inilah 4 Fakta Unik Tentang Desa Trunyan Yang Penuh Misteri
     5 / 10 Reviews
292 view

Inilah 4 Fakta Unik Tentang Desa Trunyan Yang Penuh Misteri

Bali mempunyai banyak desa dengan budaya dan tradisi unik serta yang selalu dapat menarik perhatian dan membuat banyak wisatawan penasaran untuk berkunjung.

Salah satu desa yang paling populer di Bali adalah Desa Trunyan. Desa berlokasi tersembunyi di bagian Utara Bali dan mempunyai daya tarik utama budaya dan tradisi yang khas.

Pernahkah anda mendengar tentang Desa Trunyan? Bila belum, yuk simak 4 fakta unik yang dimiliki desa yang penuh dengan misteri ini.

  1. Desa Tersembunyi di Sisi Timur Danau Batur

    Wisata Kuburan Desa Trunyan
    Wisata Kuburan Desa Trunyan - instagram/panjie_pur

Desa Trunyan berlokasi di tempat tersembunyi tepatnya di bagian sisi timur dari Danau Batur (danau terbesar di Bali).

Untuk menjangkau desa ini, pengunjung harus menyeberangi Danau Batur dengan menggunakan perahu boat dari Dermaga Kedisan karena tidak ada akses jalan untuk mobil dan sepeda motor.

Perahu bisa disewa Dermaga Kedisan dengan biaya antara Rp 75.000 – Rp 150.000 per orang. Perjalanan mungkin akan mengambil waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan perahu boat ini.

Lihat Disni, "4 Fakta Unik Tentang Penggunaan Gelang Tridatu Bali">>>

  1. Pemakaman Yang Unik Sekaligus Menyeramkan

    Sema Wayah di Desa Trunyan
    Sema Wayah di Desa Trunyan - instagram/holcovajana

Salah daya tarik dari Desa Trunyan yang selalu membuat banyak orang merasa penasaran untuk datang adalah pemakamannya yang unik sekaligus menyeramkan. Masyarakat desa sering menyebut makam ini dengan sebutan “Sema Wayah”.

Sema Wayah ini memiliki suasana yang lebih menyeramkan dibandingkan dengan pemakaman-pemakaman yang mungkin sudah anda pernah lihat sebelumnya.

Hal itu dikarenakan disini anda dapat melihat mayat manusia secara langsung di atas tanah pemakaman.

Lihat Disni, "4 Langkah Menemukan Penyedia Paket Wisata Tour Yang Tepat di Bali">>>

  1. Mayat Tidak Dikubur Ataupun Dikremasi

    Pemakaman Di Desa Trunyan
    Pemakaman di Desa Trunyan - instagram/purba_baliholiday

Proses kremasi di Bali disebut dengan upacara “Ngaben” yang hampir diselenggarakan di setiap desa di Bali, kecuali di Desa Trunyan ini.

Di Pemakaman Desa Trunyan ini, mayat – mayat tidak pernah dikubur ataupun dikremasi tetapi hanya di kurung dengan wadah yang terbuat dari anyaman bambu seperti: sebuah peti terbuka dengan bentuk segitiga memanjang.

Nantinya, mayat yang sudah ditempatkan di dalam wadah bambu hanya diletakan di atas tanah dan dibiarkan membusuk secara alami sampai tinggal berupa tulang dalam beberapa bulan.

Setelah bersisa tulang-tulang, biasanya akan dipindahkan ke bagian sisi dari pintu masuk.

Lihat Disni, "Main ATV di Bali – Cek Harga Paket Terupdate Disini!">>>

  1. Tidak Pernah Tercium Bau Busuk

    Pohon Taru Menyan Di Desa Trunyan
    Pohon Taru Menyan Di Desa Trunyan - instagram/alexfromasia

Meskipun mayat disini tidak dikubur atau dikremasi, mayat – mayat tidak pernah mengeluarkan bau busuk.

Menurut masyarakat, hal itu dikarenakan bau busuk dari mayat sudah dinetralkan oleh keberadaan pohon besar dan tua yang tumbuh di pemakaman, pohon ini dinamakan Taru Menyan.

Banyak pengunjung yang telah datang kesini juga mengatakan tidak mencium bau busuk meskipun mereka berada di dekat mayat.

Lihat Disni, "2 Jenis Transmisi Kendaraan Dalam Petualangan ATV di Bali">>>

Nah, itulah fakta unik tentang Desa Trunyan yang penuh dengan misteri. Jadi, apa anda tertarik untuk berkunjung ke Desa Trunyan ini?

Share To :