UBUDIAN

Home Wisata Pura Ini Alasan Mengapa Wanita Menstruasi Dilarang Masuk Ke Pura Lempuyang
     5 / 10 Reviews
346 view

Ini Alasan Mengapa Wanita Menstruasi Dilarang Masuk Ke Pura Lempuyang

Selain dikenal sebagai spot photo yang instagrammable, Pura Lempuyang juga merupakan tempat suci bagi masyarakat Hindu di Bali. Oleh karenannya, keberadaan pura ini benar – benar dijaga baik oleh masyarakan di Bali.

Ketika mengunjungi Pura Lempuyang, setiap pengunjung diwajibkan untuk menaati semua peraturan dan larangan yang dibuat dengan berdasarkan oleh kepercayaaan dari para masyarakat lokal, untuk menjaga kesucian dari area pura.

Larangan Memasuki Area Pura Selama Masa Menstruasi

Wanita Bali Dengan Anak Di Sungai
Wanita Bali Dengan Anak Di Sungai

Salah satu larangan ketika berkunjung Pura Lempuyang adalah larangan untuk wanita yang sedang mengalami masa menstruasi atau haid agar tidak memasuki area Pura Lempuyang, dan juga termasuk pura lainnya di Bali.

Larangan ini tidak hanya untuk para wanita Hindu, namun juga berlaku untuk semua wisatawan baik dosmetik maupun asing.

Hal ini membuat banyak wisatawan khususnya wisatawan asing merasa kecewa dan bahkan mengganggap larangan ini sebagai diskriminasi terhadap para wanita.

Lihat Disni, "Ini Alasan Mengapa Wanita Menstruasi Dilarang Masuk Ke Pura Lempuyang">>>

Apa Alasan Wanita Yang Sedang Menstruasi Dilarang Masuk Ke Area Pura?

Wisatawan Melukat Di Pura Tirta Empul
Wisatawan Melukat Di Pura Tirta Empul

Berdasarkan kepercayaaan masyarakat, semua pura merupakan tempat yang paling suci untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

Sementara, darah menstruasi dianggap sebagai hal yang kotor dan dapat menghilangkan kesucian dari area pura. Wanita yang sedang mengalami masa menstruasi ini juga disebut sebagai orang yang sedang mengalami cuntaka.

Lihat Disni, "Harga Tiket Masuk Ke Objek Wisata Gerbang Surga Lempuyang">>>

Apa itu Masa Cuntaka? Dan Beberapa Lama Orang Mengalaminya?

Cuntaka Dalam Agama Hindu
Cuntaka Dalam Agama Hindu

Cuntaka atau terkadang disebut juga sebelan merupakan masa atau keadaan tidak suci baik secara jasamani dan rohani menurut pandangan Agama Hindu.

Keadaan ini membuat orang tidak diperbolehkan untuk memasuki area tempat suci baik itu pura maupun merajan.

Selain menstruasi, ada beberapa penyebab seseorang (baik wanita maupun pria) dapat mengalami masa cuntaka atau sebelan, diantaranya:

  1. Anggota keluarga atau kerabat ada yang meninggal, biasanya berlangsung sekitar 12 hari.
  2. Wanita yang baru melahirkan, biasanya berlangsung selama 42 hari.

Selain di diatas, masih ada penyebab lainnya seorang bisa mengalami cuntaka.

Cuntaka ini hanya bersifat sementara, waktu selesainya berbeda-beda tergantung penyebab. Beberapa penyebab cuntaka dapat dihilangkan dengan percikan tirta (air suci).

Jadi, bisa disimpulkan bahwa peraturan larangan untuk memasuki area pura saat masa cuntaka tidak hanya berlaku untuk seorang wanita yang sedang menstruasi, tapi juga seorang pria yang baru saja kehilangan anggota keluarganya.

Share To :