5 / 11 Reviews
209 view

4 Fakta Yang Harus Anda Ketahui Tentang Atap Meru Di Bali

Bali memang sangat pantas mendapatkan julukan “Pulau Seribu Pura”. Hal ini dikarenakan hampir setiap desa di Bali terdapat komplek pura.

Beberapa dari pura – pura di Bali mempunyai arsitektur yang unik dengan atap bertingkat yang sering disebut Meru, misalnya: Pura Besakih, Pura Taman Ayun, Pura Ulun Danu Beratan yang selalu menjadi tempat favorit untuk para wisatawan selama liburan di Bali.

Keunikan dari atap pura yang bertingkat membuat beberapa dari kita untuk bertanya-tanya mengenai maknanya. Bagi anda yang penasaran, yuk simak 4 fakta menarik di bawah mengenai atap meru ini.

  1. Ditemukan Oleh Mpu Kuturan (Pendeta dari Jawa)

    Pura Taman Ayun Bali

Konsep pura dengan arsitektur atap meru ditemukan oleh Mpu Kuturan, seorang pendeta yang berasal dari Pulau Jawa pada sekitar abad ke -11.

Beliau merupakan sosok yang berpengaruh bagi peradaban di Pulau Bali, termasuk memperkenalkan konsep arsitektur atap meru ini.

Kedatangan Mpu Kuturan ke Bali membawa beberapa perbaikan pada beberapa pura di Bali, salah satunya ialah Pura Besakih. Disamping itu, beliau juga membangun Pura Silayukti yang berlokasi di Bali Timur.

Lihat Disini, "Harga Tiket Masuk Ke Objek Wisata Gerbang Surga Lempuyang">>>

  1. Mempunyai Tingkatan Lapisan Alam Semesta

    Pura Ulun Danu Bali

Keberadaan dari atap meru ini tidak hanya serta merta untuk menghiasi bangunan pura tetapi juga mempunyai simbol dengan makna yang mendalam.

Berdasarkan Lontar Andha Bhuana, Meru berasal dari kata “Me” yang berarti ibu (Pradana Tattwa) dan kata “Ru” yang berarti ayah (Purusa Tattwa). Penggabungannya bermakna Batur Kelawasan Petak (cikal bakal nenek moyang).

Lihat Disini, "Hal Yang Anda Perlu Ketahui Tentang Pura Ulun Danu Beratan">>>

  1. Simbol dari Jumlah Tingkatan Meru

    Pura Uluwatu Bali

Berdasarkan jumlah tingkatannya, Meru dapat dibagi menjadi beberapa tingkat yang memsimbolkan tingkatan dari Bhuana Agung (Alam Semesta).

Masing–masing dari tingkatan meru ini mempunyai Aksara Suci, sebagaimana di bawah ini.

  • Atap Meru dengan 1 tingkat mempunyai Aksara “Om atau Omkara” sebagai simbol dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).
  • Atap Meru dengan 2 tingkat mempunyai Aksara “I, Ya” sebagai simbol dari Purusa Pradhana.
  • Atap Meru dengan 3 tingkat mempunyai Aksara “I, Omkara, and Ya” sebagai simbol dari Tri Purusa (Parama Siwa, Sada Siwa, and Siwa).
  • Atap Meru dengan 5 tingkat mempunyai Aksara “Sa, Ba, Ta, A, and Omkara” sebagai simbol dari Panca Dewata.
  • Atap Meru dengan 7 tingkat mempunyai Aksara “Sa, Ba, Ta, A, I, Omkara, and Ya” as sebagai simbol dari Sapta Dewata.
  • Atap Meru dengan 9 tingkat mempunyai Aksara “Sa, Ba, Ta, A, Na, Ma, Si, Wa, and Omkara” sebagai simbol dari Dewata Sanga.
  • Atap Meru dengan 11 tingkat mempunyai Aksara “Sa, Ba, Ta, A, I, Na, Ma, Si, Wa, Ya, and Omkara” sebagai simbol dari Eka Dasa Dewata.

Lihat Disini, "Apakah Petualangan ATV di Bali Aman? Yuk Simak Di sini!">>>

  1. Menjadi Salah Satu Ciri Khas Arsitektur Bali

    Pura Tanah Lot Bali

Atap meru ini merupakan ciri khas dari Arsitektur Bali. Keberadaannya tidak hanya ditemukan di bangunan pura, tetapi juga di Bade (Sarana untuk upacara kremasi mayat yang berbentuk seperti menara).

Keberadaan meru ini juga sering menjadi objek photography bagi para wisatawan.

Contohnya di Pura Tanah Lot, para pengunjung sering memanfaatkan objek meru ini untuk mendapatkan pemandangan bayangan hitam yang unik dengan kombinasi latar belakang dari matahari terbenam.