5 / 142 Reviews
374 view

Baju Tie Dye Bali – Produk Berkualitas Mulai Dari Rp 30.000

Baju Tie Dye Bali merupakan salah satu produk yang lagi hype saat ini. Tampilannya yang estetik dengan pilihan warna-warna yang cerah sungguh menawarkan daya tarik tersendiri bagi si pemakainya.

Pada dasarnya, motif tie dye ini merupakan teknik pewarnaan kain dengan metode pengikatan. Kain yang dihasilkan menghasilkan pola abstrak dengan warna-warna yang unik tentunya.

  1. Supplier Baju Tie Dye Bali
  2. Harga Baju Tie Dye Bali
  3. Teknik Pewarnaan Tie Dye
  4. Asal Mula Tie Dye
  5. Cara Membuat Tie Dye
  6. Cara Mencuci Baju Tie Dye Agar Tidak Luntur

Supplier Baju Tie Dye Bali

Supplier Baju Tie Dye Bali

Melihat tren baju dengan motif tie dye saat ini, memang sangat tepat untuk dijadikan peluang usaha untuk medapatkan pendapatan tambahan.

Nah, bila anda berminat untuk usaha jualan online dengan produk tie dye terbaik. Anda dapat menghubungi kami, supplier baju tie dye di Bali.

Kami menyediakan grosir baju tie dye Bali dengan harga termurah. Jenis produk tie dye yang tersedia diantaranya: baju wanita, setelan piyama wanita, celana kulot panjang, setelan anak cewek dan anak cowok.

Produk-produk tie dye di atas dibuat dengan bahan rayon berkualitas. Bahan ini memiliki karakteristik kain yang halus dan adem sehingga nyaman dipakai sehari-hari.

Untuk gabung dropship atau reseller, silahkan untuk langsung menghubungi kontak WA 087866232446.

Harga Baju Tie Dye Bali

Harga Baju Tie Dye Bali

Untuk harga tie dye Bali, anda bisa langsung cek di bawah ini.

Harga Baju Tie Dye Rp 30.000/pcs

Baju Tie Dye Wanita

Harga Daster Tie Dye Bali Rp 35.000/Pcs

Harga Daster Tie Dye Bali

Harga Celana Kulot Tie Dye Rp 36.000/pcs

Celana Kulot Tie Dye Bali

Harga Piyama Tie Dye Rp 85.000/pcs

Harga Piyama Tie Dye Bali

Harga Setelan Anak Tie Dye Bali Rp 35.000/pcs

Setelan Anak Tie Dye Bali

Harga Setelan Anak Tie Dye Baju Dan Celana Panjang Rp 38.000/pcs (4 - 10 tahun)

Setelan Anak Tie Dye Panjang Bali

Harga di atas merupakan harga eceran. Khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak, dapatkan penawaran spesial harga yang lebih murah dari kami.

Silahkan langsung kontak WA 087866232446 untuk pemesanan.

Teknik Pewarnaan Tie Dye

Teknik Pewarnaan Tie Dye

Tie Dye merupakan teknik pewarnaan kain yang dilakukan dengan metode diikat ataupun dilipat. Motif yang dihasilkan cenderung abstrak, geometris, atau kombinasi diantara keduanya.

Kain yang digunakan dalam pembuatan motif tie dye ini biasanya jenis kain yang mudah menyerap warna seperti linen, katun, rayon, dan sutera.

Sementara itu, pewarna yang digunakan untuk membuat tie dye biasanya adalah pewarna tekstil. Agar warna bisa melekat dengan baik pada kain, umumnya juga akan ditambahkan bahan-bahan seperti bubuk urea dan abu soda.

Asal Mula Tie Dye

Asal Mula Tie Dye

Mengenai asal mula motif tie dye ini, belum ditemukan secara pasti literatur yang menyebutkan kapan ditemukan dan siapa yang menemukannya.

Kepopuleran motif tie dye ini diketahui memuncak di tahun 1969 di Amerika Serikat pada era hippie.

Jauh sebelum itu, teknik pewarnaan kain semacam ini sudah dikenal sejak 522 – 794 masehi tepatnya pada Zaman Nara di Jepang. Hanya saja penyebutannya berbeda yaitu “Shibori”.

Sementara di Indonesia sendiri, teknik pewarnaan kain ini dikenal dengan istilah “Jumputan”. Namun, belum diketahui tentang asal mulanya secara pasti kapan pertama kali ditemukan.

Cara Membuat Tie Dye

Cara Membuat Tie Dye

Mengenai cara pembuatannya, umumnya berbeda-beda tergantung pola yang ingin dibuat. Bila anda tertarik untuk praktek membuat motif tie dye ini, silahkan langsung simak caranya di bawah ini.

  1. Persiapkan Alat Dan Bahan

    Alat Dan Bahan Membuat Baju Tie Dye

Dalam pembuatan motif tie dye ini, anda harus mempersiapkan alat dan bahan seperti:

  • Kain polos, sebagai media untuk pewarnaan (baju, sweater, dsb).
  • Pewarna pakaian tekstil, untuk memberikan warna pada kain (sesuai selera).
  • Sarung tangan, untuk melindungi tangan dari warna.
  • Karet gelang, untuk mengikat kain.
  • Botol semprot (sprayer), sebagai alat untuk mewarnai.

Apabila tidak ada botol sprayer, anda bisa menggunakan botol bekas dengan tutup yang suda dilubangi. Namun, pastikan lubangnya tidak terlalu besar agar perwarna tidak keluar terlalu banyak.

  1. Cari Tempat Yang Aman Untuk Berekreasi

    Tempat Membuat Kain Tie Dye

Setelah alat dan bahan anda siap, kini waktunya anda harus mencari tempat yang aman untuk berkreasi.

Tempat yang aman dimaksud di sini adalah area dimana merasa bebas untuk berkreasi tanpa khawatir pewarna barang-barang di sekitar. Misalnya: garasi atau halaman belakang rumah.

  1. Tentukan Model Pola Tie Dye Yang Akan Dibuat

    Jenis Model Motif Tie Dye

Ada banyak pilihan modal pola untuk motif Tie Dye ini diantaranya classic spiral, stripped look, dan bullseye. Beda motif, akan beda juga cara pembuatannya.

Untuk pola classic spiral, cara pembuatannya:

  • Tarik kain dari bagian yang ingin dijadikan pusat spiral (umumnya bagian tengah).
  • Pegang bagian pusat tadi dan putar ke satu arah sampai kain terikat erat dalam bentuk melingkar.
  • Lalu, ikat dengan karet gelang di beberapa bagiannya agar tidak lepas.
  • Karet gelang ini tidak hanya berfungsi sebagai pengunci saja, akan tetapi juga sebagai pembeda warna. Jadi, sesuaikan jumlah karet gelang dengan penggunaan warna yang anda inginkan.

Untuk pola stripped look, cara membuatnya:

  • Lipat bagian lengan atau sisi kain ke dalam.
  • Ikat dengan karet gelang hingga sepanjang kain agar tidak mengalami perubahan bentuk.

Untuk pola bullseye, cara pembuatannya:

  • Tarik bagian tengah pakaian sampai melewati tangan untuk membentuk garis memanjang seperti pipa.
  • Ikat dengan karet di berapa bagian dan beri jarak yang sama antar karet agar hasilnya rapi.

Setelah kain diikat dengan karet gelang, selanjutnya tinggal menuju proses pewarnaan.

  1. Lakukan Pewarnaan Sesuai Keinginan

    Proses Pewarnaan Motif Tie Dye

Dalam tahap perwarnaan ini, pertama pastikan anda sudah mempunyai pilihan warna yang akan dipakai. Lalu, tinggal semprot di beberapa bagian yang sudah diikat tadi.

Bila sudah selesai, maka tinggal ditunggu dalam semalaman. Atau bila anda menginginkan warna yang lebih intens, maka diamkan lebih lama sekitar 24 jam.

  1. Bilas Kain Dengan Air Bersih

    Cara Membuat Tie Dye Kaos Putih

Jika sudah 24 jam, sekarang waktunya untuk pembilasan kain dan melepaskan sisa warna yang menempel. Sebelum pembilasan, pastikan anda melepaskan semua karet gelang yang dipakai mengikat tadi.

Gunakan air dingin untuk pembilasan dan lakukan beberapa kali sampai air bilasan terlihat bening. Lalu, anda bisa mencuci kain dengan sabun untuk memastikan semua sudah bersih dari sisa lunturan warna.

Terakhir, anda bisa mengeringkan kain tie dye dengan cara digantung di tempat terbuka tanpa terkena paparan sinar matahari.

Cara Mencuci Baju Tie Dye Agar Tidak Luntur

Cara Mencuci Baju Tie Dye Agar Tidak Luntur

Baju tie dye umumnya sangat rentan mengalami kerusakan dan kelunturan warna. Untuk menghindari itu, anda harus mencucinya dengan cara yang baik dan benar.

  1. Pisahkan Dengan Jenis Baju Lainnya

    Merawat Tie Dye Agar Tidak Cepat Pudar

Saat akan mencuci baju tie dye, pertama sangat penting untuk anda memisahkannya dengan jenis pakian lainnya. Ini dilakukan untuk menghindari warna tie dye tidak merusak warna pakaian lainnya bila terjadi kelunturan.

Anda dapat menggunakan satu wadah khusus saat mencuci baju tie dye untuk menghidari kelunturan warna dan merambat ke pakaian yang lainnya.

  1. Cuci Secara Manual Dengan Tangan

    Cara Merawat Baju Tie Dye Bali

Dalam pencucian, sebaiknya anda menggunakan cara manual hanya dengan tangan kosong. Anda dapat mencuci dengan cara mengkucek-kucek dengan lembut di bagian yang kotor.

Sebaliknya, hindari menggunakan mesin cuci. Sebab, putaran di dalam mesin cuci umumnya tidak terkontrol. Hal ini dapat berpotensi merusak kain baju tie dye anda.

  1. Gunakan Sikat Halus Untuk Noda Yang Membandel

    Sikat Untuk Mencuci Tie Dye

Bila ada noda yang cukup membandel seperti kecap atau saus di bagian kain. Anda dapat membersihkan dengan menggunakan sikat dengan bulu yang halus.

Saat menyikat, pastikan anda melakukannya hanya pada bagian noda saja dengan perlahan-lahan agar kain baju tie dye tidak rusak.

  1. Pastikan Tidak Ada Sisa Sabun Yang Menempel

    Cara Membuat Tie Dye Agar Tidak Luntur

Setelah noda hilang, tentu saatnya anda dapat melakukan bilasan terakhir pada baju. Hal yang harus anda perhatikan di sini adalah pastikan tidak ada sisa sabun yang masih menempel.

Sisa sabun yang menempel ini juga umumnya dapat membuat baju tie dye mengalami kerusakan warna serta meninggalkan bercak-bercak putih.

  1. Hindari Menjemur Langsung Di Bawah Sinar Matahari

    Cara Mengeringkan Tie Dye Bali

Dalam proses pengeringan, hindari menjemur baju langsung di bawah sinar matahari. Sebab, ini dapat membuat warna baju tie dye anda akan rusak dan mengalami pemudaran.

Untuk menghindari itu, anda bisa mengangin-anginkan baju dengan cara menggantung baju pada ruangan terbuka.

Barangkali anda ingin melihat produk-produk tie dye lebih lengkap, anda dapat mengunjungi Daster Bali.