5 / 10 Reviews
126 view

4 Fakta Menarik Tentang Tradisi Sabung Ayam di Bali

Saat mendengar kata “sabung ayam”, apa yang muncul di benak anda? Permainan judi dengan menggunakan ayam?

Bagi masyarakat Bali sendiri, sabung ayam ini bukan hanya mengenai judi semata. Di sisi lain, juga dapat diartikan sebagai ritual wajib untuk mengiringi upacara keagamaan tertentu. Masyarakat Bali mengenal tradisi sabung ayam ini dengan sebutan “Tabuh Rah”.

Tradisi Sabung Ayam di Bali

Nah, buat anda yang penasaran dengan Tabuh Rah atau Tradisi Sabung Ayam di Bali ini. Mari kita simak 4 fakta menarik bawah ini.

  1. Bukan Judi, Tetapi Merupakan Ritual Keagamaan

    Ritual Tabuh Rah di Bali - Pinterest/@Bali Around

Sabung ayam di Bali dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: Tabuh Rah dan Tajen. Keduanya istilah ini sering membuat banyak orang bingung tentang perbedaan keduanya.

Perbedaan diantara keduanya dapat dilihat pada apakah ada atau tidak taruhan didalamnya.

Tabuh Rah merupakan tradisi keagamaan dan diselenggarakan untuk mengiringi prosesi upacara. Sementara itu, Tajen merupakan sabung ayam yang tujuannya untuk hiburan semata serta terdapat taruhan di dalamnya.

Lihat Disini, "4 Aktivitas Seru Yang Wajib Anda Coba Di Dekat Sawah Tegalalang">>>

  1. Pengorbanan Suci Yang Tulus Untuk Para Bhuta Khala

    Tradisi Sabung Ayam di Bali - Pinterest/@Mark Menard

Tabuh Rah merupakan bagian dari bentuk dari Bhuta Yadnya atau pengorbanan suci yang dilakukan secara tulus dan ikhlas kepada para Bhuta Kala. Tujuannya menetralisir antara kekuatan positif dan kekuatan negatif dari alam.

Ritual ini biasanya akan dilengkapi dengan beberapa persembahan suci serta diiringi dengan mantra-mantra untuk memohon doa kepada Ida Sang Hyang Widhi.

Biasanya doa-doa ini dipanjatkan agar para ayam persembahan bisa mendapat kehidupan yang lebih baik pada reinkarnasi berikutnya.

Lihat Disini, "2 Aktivitas Seru Untuk Dilakukan Dekat Uluwatu Di Pagi Hari">>>

  1. Biasanya Hanya Diadakan Pada Hari-Hari Tertentu

    Tradisi Adu Ayam di Bali - Pinterest/@Bisma Eight Ubud

Tabuh Rah ini hanya diselenggarakan pada hari-hari tertentu seperti: Upacara Pujawali (hari peringatan untuk Pura). Umumnya diadakan di area tidak jauh dari Pura upacara keagamaan berlangsung.

Disamping di pura, Tabuh Rah ini juga biasanya diadakan saat upacara piodalan di Merajan (tempat suci di sebelah timur laut rumah masyarakat Bali).

Lihat Disini, "Keseruan Main ATV di Ubud, Wahana Adrenalin yang Anti-Mainstream">>>

  1. Hanya Berlangsung Dalam 3 Ronde

    Tradisi Unik di Bali - Pinterest @Tonys Villas and Resort Seminyak Bali

Tabuh Rah ini biasanya hanya berlangsung dalam 3 ronde atau biasa disebut dengan istilah telung seet (3 ikat) oleh masyarakat Bali. Diselenggarakan sesuai aturan adat yang ditetapkan di Desa masing – masing.

Namun, bila lebih dari 3 ronde atau telung seet biasanya akan dipertimbangkan sebagai tajen.

Lihat Disini, "Penyedia Paket ATV Terbaik di Bali Akan Beri Pengalaman Berharga Selama di Pulau Dewata">>>

Nah, bagi anda yang ingin melihat ritual tabuh ayam ini, anda bisa mengunjungi salah pura di Bali menjelang hari piodalan berlangsung. Tentunya jangan lupa untuk memakai pakian adat yang sopan yaa saat berkunjung ke Pura!!